Roro 70_82 Sudah Pulang, Dudit, Kristina 70_86 & Otto 70_88 Telah “Berpulang”

Laporan Gusjaw Soelarto GAB 70_87 |Pemred alumnisma70.com

[Jakarta — alumnisma70.com]: Wabah Covid-19masih membuat debar jantung sebagian almamater SMA 70 Bulungan-Jakarta, terus berdetak tak menentu. Kadang normal, tiba-tiba cepat, lalu berdebar keras, dan kembali normal, untuk siap-siap menerima kabar berikutnya.

Pasalnya, redaksi alumnisma7-.com sejak Oktober 2020, kerap mendapat kabar duka –akibat pandemik Covid-19 yang belum juga usai–, walau sempat pula diselingi kabar gembira karenanya.

Ronaldi “Roro” Samuel 70_82: awal masuk di RS Wisma Atlit Kemayoran, Jakarta Pusat, akhir Desember 2020

Seperti yang terjadi dalam seminggu terakir di akhir pekan Januari 2021 ini. Baru saja almamater 70 merasakan kegembiraan atas telah pulihnya alumnus Ronaldi “Roro” Samuel 70_82, yang pada Jum’at 28 Januari 2021, telah diizinkan pulang ke rumahnya dari RS Wisma Atlet Kamayoran, Jakarta Pusat.

Roro –demikian ia akrab disapa–, merupakan salah satu dari 3.643 Pasien Covid19, yang terpaksa menjalani proses isolasi hampir sebulan ini, kini telah dinyatakan “negatif” setelah menjalani 3 kali PCR Test.

“Selama 22 hari berada di RS Wisma Atlit Kemayoran, akhirnya saya diperbolehkan kembali berkumpul bersama keluarga, setelah tiga kali menjalani PCR Test dengan hasil ‘negatif’,” jelas Roro dalam statusnya di Facebook Group Alumni SMA 70 Jakarta di tanggal kepulangannya.

ISOLASI: Saat proses isolasi selama 22 hari (kanan) dan proses kepulangan, 28 Januari 2021

Dalam pesan yang disertai video pribadi yang diunggah saat kepulanngannya itu, Ketua Bidang Acara Raeuni Akbar 40th SMA 70 ini, mengaku banyak kenangan selama menjalani isolasi sekaligus perawatan di sana.

“Banyak kenangan selama dirawat di sana. Dan gara-gara terkena virus Covid ini, jadi sadar betapa pentingnya saat ini menjalankan prosedur kesehatan, hidup sehat, berolah raga, banyak minum air putih, dan vitamin,” tulisnya.

Berpulangnya Dudit 70_86

“Makasih bro…,” balas Dudit, menjawab direct mail Wisnu 70_86, yang sempat mendo’akan agar cepat sembuh.

Sementara itu, berbarengan dengan kabar suka cita kepulangan Roro (28/1/’21), kabar duka justru datang dari “keluarga besar” almamater 70_86. Yang pada hari itu menerima dua info duka cita sekaligus!

Yakni,  “telah berpulangnya” dua rekan terbaik mereka; Dudit Dharnawan dan Kristina Andayani 70_86, karena belum lama ini terpapar Covid-19.

Dudit rahimahullah, yang telah dimakamkan di TPU Jombang, Tangerang Selatan, meninggalkan seorang istri Tri Yuniari, dan dua orang anak, Nadhifa Irmadilla dan Muhammad Devin Pratista.

Kakak kandung almarhum, Tina Munaan yang juga alumnus SMA 70 angkatan  1984 — saat ini tinggal di Kanada–, melalui rekan Esa Methyra 70_86 menyampaikan, keluarga adiknya masih berduka, sehingga belum bisa memberi informasi lebih lanjut.

“Keluarga rahimahullah, belum mau banyak berbagi info. Afwan (maaf, red),” jelas Esa 70_86 mengutip perkataan Tina 70_84.

Selain itu, lanjut Esa yang pernah sekelas di 3 IPA 6, istri beserta kedua anak rahimahullah, masih menjalani isolasi mandiri, maka belum bisa memberikan informasi lebih lengkap tentang penyebab wafat almarhum suami/ayahnya. 

Sementara itu, rekan seangkatan Dudit rahimahullah, Idabagus Wisnu 70_86, membenarkan rekannya yang sempat dirawat di RS Mitra Bintaro, wafat karena terpapar Covid-19.

“Dudit rahimahullah yang pernah belajar di Kelas 3 IPA 6, meninggal karena terpapar Covid-19. Juga punya penyakit bawaan diabetes dan penyakit jantung,” katanya kepada alumnisma70.com.

Wisnu pun membenarkan, istri dan kedua anak rekan baiknya itu, sedang menjalani isolasi mandiri di kediamannya di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Namun, ia belum mendapat update data, tentang kondisi terbaru keluarga rahimahullah.

Di mata Wisnu (ex 3 IPA 8), Dudit merupakan teman yang berpembawaan pendiam dan taat beribadah.

IKUT WEBINAR: Dudit rahimahullah sempet mengikuti webinar yang diselenggarakan rekan-rekan seangkatannya 70_86.

“Saat rahimahullah dirawat di RS Mitra Bintaro, saya sempat komen-komen-an di intagrammnya. Untuk memberi semangat agar cepat sembuh,” tutur Winu yang dikenal suka “jahil” menjadi “paparazy”, jika ada acara “kopi darat” di angkatannya, maupun di acara  alumnus lintas angkatan 70.

Rahimahullah sempat membalas: ‘makasih bro…” katanya mengutip jawaban Dudit.

Senada dengan Wisnu, menurut Esa yang mantan Ketua Kelas 3 IPA 6, mengenal Dudit rahimahullah sebagai pribadi yang baik hati, mudah menolong teman yang kesusahan.

 “Ia pribasi tidak banyak bicara, apalagi ber-ghibah (membicarakan aib orang lain, red), dan rasa kesetiakawanannya sangat tinggi,” kenangnya.

Kesan Dudit rahimahullah sebagai pribadi yang baik hati, juga dikuatkan teman sekelas 3 IPA 6 lainnya, Miko Adam 70_86. “Alm. Dudit orangnya low profile, tidak sombong, ramah, baik sama temen, dan suka menolong,” ungkap Miko, yang dikenal ahli menggambar sketsa lanskap ini.

Ditanya apakah ada kenangan yang masih melekat dalam ingatan bersama rahimahullah, Esa berkisah kendati kalem dan cenderung pendiam, namun  Dudit adalah sosok “negosiator” ulung. Halus tutur bahasanya, namun langsung menusuk dalam hati,  lalu tunduk saat diyakinkannya.

Dahulu saat SMA kelas akhir, ungkap Esa, “kita satu kelas pernah kabur saat pelajaran Kimia, yang diajar Ibu Risda. Ada satu dua kawan lelaki yang tidak mau ikut serta, Dudit berusaha merayu agar semuanya sekelas harus kompak “satu seperjalanan”.

Negosiato Ulung: Semua teman yang dihampiri rahimahullah, dari garang bisa jadi lembut hati.

“Ini hal yang tidak patut sebenarnya, namun telah menjadi memori yang indah. Seluruh kelas jadi kosong saat itu,” tutur Esa yang sebagai ketua kelas, langsung kena marah Ibu Risda, karena dianggap tidak becus memimpin kelas.

Akibatnya, ia mendapat nilai merah di raport untuk mata pelajaran Kimia.

“Seumur hidup, baru kali itu jejak rekam nilai merah, ada dalam raport saya. Astaghfirullah… Afwan, ini kisah kenangan yang tidak patut, namun sangat berkesan untuk semua teman sekelas,”

Sehingga di mata Esa, rahimahullah  adalah sosok penegosiator ulung sejak SMA “Semua teman yang dihampiri rahimahullah, dari garang bisa jadi lembut hati,” paparnya.

Berpulangnya Kristina Andayani 70_86

Foto Profile FB Kristina

Kehilangan kedua rekan terbaik bagi alumnus 70_86, ketika tersebar kabar duka cita, meninggalnya Kristina Andayani, telah “berpulang” dalam usia 55 tahun, pada Kamis, 28 Januari 2021, pkl. 23.20 WIB.

Menurut rekan dekat Kristina, Job Kaligis 70_86, mendiang telah dimakam 29 januari 2021, pkl. 08:56 WIB, dengan tata cara protokol Covid-19 di TPU Tegal AlurCengkarengJakarta Barat.

Baca: https://lama.alumnisma70.com/2021/01/almamater-70_86-kehilangan-sosok-sahabat-kristina-andayani-yang-baik-hati/

“Mendiang Kristina meninggalkan seorang suami Hariyanto, dan belum mempunyai keturunan,” ungkap Job yang saat ini bertetanggaan dengan keluarga mendiang di Perumahan Graha Raya Bintaro.

Ia menambahkan, Kristina dinyatakan terpapar Covid-19 pada 26 Januari 2021, berdasarkan hasil PCR di RS Kramat 108Jakarta Pusat.

Mendiang Kristina yang dilahirkan di Jakarta03 Oktober 1966 ini, lanjut Job, sudah menahun mengidap penyakit kanker payudara.

“Penyakit penyerta ini, yang menyebabkan mendiang hanya bisa bertahan tiga hari di rawat di rumah sakit,” paparnya.

Berpulangnya Otto Murdianto 70_88

Otto Murdianto 70_88 rahimahullah

Kabar berpulangnya seorang sahabat, pun diterima almamater 70_88. Info yang ter-upload sekitar pkl. 24:00 WIB, 30 Januari 2021 dalam status Yudi Jihan Pandawa 70_88.

DaIam status berupa pesan singkatnya, Yudi menulis, “Innalillahi wainna ilaihi raaji’uun, telah wafat Otto Murdianto alumnus 70_88, sore tadi 30 Januari 2021. Semoga segala amal ibadahnya di tempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah swt. Aamiin”.

Dalam info itu, Yudi hanya memberikan alamat rumah duka Otto rahimahullah di Jl.Bendi Raya No.11A, Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sementara tentang penyebab wafatnya, dimana dan berapa lama sempat dirawat, serta rahimahullah akan dimakamkan, hingga berita ini diturukan (pkl. 13:00 WIB, 31/1/’21), alumnisma70.com belum mendapat info lebih lanjut dari Yudi.

***

FOTO-FOTO ISTIMEWA