Laporan Gusjaw Soelarto | Pemred alumnisma70.com
[Jakarta – alumnisma70.com]: Qadarullah. Atas kehendak dan izin Allah, belakangan ini cukup banyak rekan-rekan alumni dan mantan guru di almamater 70, yang wafat lantaran terpapar Covid-19.
Ada pula yang bisa sembuh. Juga yang saat ini masih “berjuang untuk pulih seperti sedia kala”, dengan melakukan isolasi mandiri sekaligus perawatan.
Alhamdulillah, seperti rekan Dr. Ir. Imam Teguh Saptono 70_88, mantan Dirut BNI Syariah, bisa sembuh total setelah “berjuang bertahan hidup” sekitar 1,5 bulan. Dengan biaya perawatan hingga ratusan juta rupiah selama ditangani para dokter ahli dan tim medis di sebuah rumah sakit terkenal di Jakarta.
(baca: https://lama.alumnisma70.com/2020/11/imam-saptono-sembuh-dari-covid-paradigma-hidup-saya-berubah/).

Ada pula, rekan Ronaldy “roro” Samuel 70_82, yang hampir dua pekan ini, tengah menjalani isolasi mandiri, lantaran terdiagosa telah terinfeksi virus Corona.
Sampai-sampai, beberapa rekan-rekan seangkatan dan lintas angkatan, membuat sebuah even DJ music online bertajuk “Get Well Soon Roro” pada 13 Januari 2021, dari Pkl. 19:00-21:00 WIB.
Tujuannya, untuk menyemangati Ketua Bidang Acara Panitia Reuni Akbar 40 Tahun 70 Bulungan ini, agar tetap ceria selama menjalani isolasi mandiri di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Karena, keceriaan dan kegembiraan seseorang, sangat mempengaruhi peningkatan daya imunitas pasien. Yang menurut Imam Saptomo 70_88, sangat dibutuhkan untuk melawan keganasan virus Covid-19 di dalam tubuh manusia.

Sementara kabar terbaru dari FBG Alumni SMA 70 Jakarta, memuat sebuah status tentang kabar dari rekan alumnus 70_92, Mustofa Syarif alias Ope Arsyad. Yang saat ini, tengah terbaring ICU RS Pelni Petamburan, Jakarta Pusat, untuk menjalani perawatan intensif akibat terpapar Covid-19.
Info terkini, juga mengabarkan seorang Guru Agama Nasrani, Bapak L. S. Sitio, beserta istri dan putrinya, baru saja dirawat di sebuah rumah sakit, karena terdiagnosa Covid-19.
“Ya betul, saya sedang dirawat di RSUD kebayoran Lama, isteri saya di RS Duren Sawit,” jawab Pak Sitio (19/1/’21) saat menjawab WA Tim Redaksi yang mengkonfirmasi kebenaran kabar sakitnya tersebut. “Terima kasih atas do’a dan perhatiannya.” tambahnya.
Semoga, semua rekan alumni dan pengajar di Almamater SMA 70, yang saat ini masih berjuang melawan Covid-19, cepat disembuhkan Allah. Agar mereka bisa berkumpul bersama keluarga, serta kembali dalam keceriaan menjelang Reuni Akbar 40 Tahun SMA 70, pada Oktober 2021 mendatang. Aamiin…
***
Namun, ada cerita lain yang tergolong unik dari alumnus Iskandar Bakrie 70_83 –yang akrab disapa nDay oleh rekan seangkatannya. Ia mengaku bisa “lolos dari maut” ketika terindikasi Covid-19, setelah mengkonsumsi secara rutin, air mineral plus “Ramuan Tetesan Minyak Kayu Putih”.
Simak saja penuturan eksklusif, mantan wartawan Media Indonesia, yang pernah meraih penghargaan “Foto Jurnalistik Adinegoro” ini:

Sebelum isu wabah pandemi Covid-19 viral di bulan Maret 2020, saya mungkin salah satu orang yang sudah terinfeksi Covid-19 lebih dulu pada Desember 2019.
Gejalanya, hampir sama persis seperti banyak warga China, yang “bertumbangan” ketika mereka sedang berjalan kaki di pinggiran jalan raya.
Hanya alhamdulillah, agaknya saat itu saya diberi Allah kondisi tubuh yang “luar biasa”. Saya tidak ke dokter sama sekali.
Belum lagi orang ramai berbicara atau diajurkan isolasi mandiri, saya sudah lebih dahulu meng-isolasi diri di rumah saya, di Kawasan Studio Alam TVRI Depok, Jawa Barat, yang memang sedang kosong.
Jika kondisi mendesak, saya baru bergegas pergi ke dokter untuk terapi Nebulizer. Dan selama menjalani isolasi, saya sudah 5 kali terapi penguapan saluran pernafasan itu.
Untungnya pula, kakak saya punya klinik sendiri di sekitar Lapangan Tembak, Cibubur. Jadi bisa berobat serba gratis.
Di awal Januari-Februari 2020, luar biasa… Saya hampir mokat (mati, red) sendirian di rumah isolasi di Depok.

Pada Maret 2020, di saat mulai ramai-ramainya viral tentang Pandemi Covid-19, saya justru merasakan sedang “gawat-gawat”-nya mengalami sakit demam yang sangat tinggi. Hingga Agustus 2020 baru rasa sakit itu reda.
Di kala belum terlalu ramai, orang-orang membicarakan Minyak Kayu Putih dapat mencegah berkembangnya virus Corona dalam tubuh, saya sudah minum “ramuan ajaib” itu. Berupa cairan Minyak Kayu Putih “original” (asli) yang dicampur di gelas berisi air mineral atau teh.
Memang “cespleng” Minyak Kayu Putih itu. Ibu saya yang memberi tahu. Padahal saat itu, belum viral pengobatan “terapi tradiosonal” dengan memanfaatkan Minyak Kayu Putih tersebut.
Yang langsung saya rasakan, napas yang semula sesak dan berat, bisa kembali lega. Kemudian, saya “hantam” dengan minum seduhan tanaman herbal Temu Lawak, yang dapat meningkatkan nafsu makan.

Alhamdulillah, per September 2020, saya merasa sehat, segar dan “aman”. Sudah bisa “gerayangan” –beraktifitas keluar rumah– lagi.
Itupun, berkat saya “amankan” dahulu lambung saya, yang kadar Asam Lambungnya sering naik. Jadi, saya bikin sendiri larutan Kunyit + Sereh + sedikit Garam + Gula Merah.
Asam Lambung yang biasanya naik terus, qadarullah malah hingga sekarang “aman terkendali”.
Serius, kalau ramuan “obat herbal” ini sampai tersebar ke publik… Benaran nih, saya takut “diciduk” aparat. Karena, bisa-bisa vaksin yang sedang mereka “pasarkan” tidak laku, hehehe…
Pasalnya, alhamdulillah sekarang ini, di saat orang mulai merasakan sakit, saya malah jadi imun sama penyakit.

Awalnya, saya tidak percaya dengan saran Ibu saya, bahwa Minyak Kayu Putih itu, memang ampuh. Jadi, di awal Januari– Februari 2020, saya belum rutin meminum “ramuan air bening dengan tetesan Minyak Kayu Putih” itu. Kayak ogah-ogahan gitu, seperti kurang yakin.
Tapi lama kelamaan, saya perhatikan, saat siang hari saya merasa sesak nafas, lalu saya minum “ramuan tetesan Minak Kayu Putih” itu. Malam harinya, saya bisa bangun di tengah malam dengan aman.
Biasanya, —saya memang sering bangun jam 02:00 dinihari untuk Tahajud— saat hendak wudhu, saya agak ragu apakah nanti bisa keluar lagi dari dalam kamar mandi atau tidak?
Tapi ternyata hasilnya luar biasa. Semenjak awal Maret 2020, saya selalu rutin minum ramuan Minyak Kayu Putih, setiap hari di saat pagi dan malam hari menjelang tidur.
Insyaa Allah info sederhana ini bisa bermanfaat, sebagai sebuah alternatif ikhtiar dalam menghadapi pandemik Covid-19, yang belum juga reda.
Khususnya, bagi rekan-rekan Almamater SMA 70 Bulungan, yang belum terpapar Covid-19. Maupun yang sedang menjalani proses isolasi mandiri. Baik di rumah, maupun di ruang perawatan rumah sakit.
Insyaa Allah…
***
Foto Dok Pribadi | Istimewa
