Makna Hidup dari Selembar Kertas

  • by

Belajarlah Punya Prinsip Hidup

Dikutip oleh Yekti Handayani | alumnus SMA 70_85

Nyoookkk kite renungin…

Akte Kelahiran, Akte Nikah, Ijazah Paspor, Sertifikat Kepemilikan Rumah, bahkan Uang… adalah kertas.

Kehidupan kita sepertinya hanya dikelilingi lembaran-lembaran kertas

Seiring waktu berlalu, semua akhirnya dirobek. Kemudian dibuang dan dibakar!

Berapa banyak orang bersedih karena “kertas-kertas” yang dimilikinya. Dan berapa banyak pula orang begitu bahagia dengan “kertas-kertas” yang dimilikinya.

Tetapi… Ada  satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusia itu sendiri, yaitu “AKTE KEMATIAN”-nya sendiri!

Maka manusia itu ada batasnya yang tidak mungkin dia mampu menjangkau waktu.

Ada  dua hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang;  masa mudanya dan kekuatannya.

Dan ada  dua hal pula yang berguna untuk setiap orang;  Hati yang mulia dan Hati yang mengampuni.

Juga  dua hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang; sikap rendah hati dan berbagi kasih, sesuai Firman Tuhan “belajarlah punya prinsip hidup”.

UANG, WAKTU & KEKUATAN

Ada  tiga fase hidup yang tampak dari kita: pertama, masa puber kita; punya waktu dan kekuatan tetapi tidak punya “UANG”.

Kedua, masa bekerja kita; punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya “WAKTU”.

Ketiga, masa tua kita punya uang; punya waktu, tetapi tidak punya “KEKUATAN” lagi.

Manfaatkan kesempatan hidup untuk MEMULIAKAN TUHAN sebaik-baiknya, selagi masih bisa bernapas.

Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan kita. Dan orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan kita jauh lebih baik darinya.

Hal itu terjadi dikarenakan kita melupakan satu hal terpenting dalam hidup, yaitu; bersikap “MENSYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI”. Termasuk rumah tangga kita yang telah dipersatukan Tuhan.

Oleh sebab itu, nkmati hidup SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN, sebelum hidup tak lagi bisa dinikmati.

Dan selalu bersyukur atas segala nikmat dan karunia hidup. Tidak capek pun perlu istirahat. Tidak kaya pun perlu bersyukur.

Sadarlah hidup itu pendek. Pasti ada saatnya finish. Jangan tertipu dengan usia muda. Karena syarat mati tidak harus tua.

Jangan terpedaya dengan tubuh & badan sehat. Karena syarat mati tidak musti harus sakit dulu.

Teruslah berbuat baik, berkata baik, dan memberi nasehat baik.

Teruslah berbagi dalam kebaikan, meskipun tidak banyak orang yang bisa memahamimu. Kebaikan akan membawa kebahagiaan. Kebahagiaan akan membawa berkah.

Keburukan akan membawa malapetaka. Malapetaka akan membawa penderitaan yang panjang.

Mari kita renungkan dan tinggalkan segala DOSA.

MARI KITA JALANI TAHUN 2021 yang baru mulai kita jalani, dengan lebih optimis lagi dan tetap menjaga CINTA KASIH YANG BENAR DARI TUHAN terhadap sesama!

KIRANYA TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA…… A@miib

***

Yekti Handayani adalah alumnus SMA 70 Bulungan lulus 1985. Tulisan ini, merupakan kutipan Yekti dari media sosial yang “hinggap” di handphonenya. Kemudian dibagikan kandungan ilmu himahnya buat almamater SMA 70 Bulungan.

Editor Gusjaw Soelarto 70_87

Foto Dok. Pribadi Yekti Handayani