BRIGADE 70_83 DIRUNDUNG DUKA

Rumah Terbakar & Dua Alumnus Wafat

Jakarta, alumnisma70.com [4 Desember 2020]: Dalam dua pekan terakhir, suasana duka menyelimuti almamater alumni SMA 70 Bulungan, Jakarta. Khususnya buat komunitas Brigade 70_83. Sejak akhir November hingga awal Desember 2020, ada tiga musibah beruntuntun yang mereka alami:

Terry 70_83 & “Surga Dunianya” yang musnah terbakar

Pertama, pada 22 November 2020, kediaman Tereshkova Koraag (Terry 70_83), ludes terbakar dilalap “si jago merah”. Rumah yang berada di kompleks Perumahan Larangan Indah, Ciledug, Jakarta Selatan itu, terbakar pada pukul 00:30 WIB dini hari.

Namun tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Saat terbakar, rumah dalam keadaan kosong lantaran ditinggal Terry 70_87 pergi Pulau Bali bersama anak-anaknya. “Saat peristiwa terjadi, saya hanya mendengar kabar lewat telpon dari Ketua RT. Karena saat itu, saya sedang berada di Bali bersama ana-anak,” ungkap Terry.

> Next baca: Buhttps://lama.alumnisma70.com/2020/12/terry-70_83-tuhan-ingin-kami-lahir-kembali-jadi-manusia-baru/at Saya

***

Kedua, kabar duka atas meninggalnya rekan Subur Riyadi 70_83, pada Selasa, 2 Desember 2020. Berita duka cita ini datang lewat postingan adik almarhum, Hera Syawal di Facebook Grup (FBG) Alumni SMA 70 Jakarta, pada Kamis, 3 Desember 2020, pukul 13.05 WIB.

Namun sampai berita ini diturunkan, redaksi alumnisma70.com belum mendapat informasi lebih lengkap dari Hera. Setelah dikonfirmasi lansgung melalui messanger pribadinya, belum didapat kabar tentang latar belakang meninggalnya almarhum Subur Riyadi, dan telah dimakamkan dimana.

Subur Riyadi 70_83 Saat Dirawat di Rumah Sakit

Namun pada 29 Oktober 2020, dari akun FB-nya, Hera pernah memposting foto almarhum, saat masih dirawat di sebuah rumah sakit. “Semoga lekas sembuh ya Bang,” begitu status yang ditulis Hera Syawal.   

***

Ketiga, kabar duka datang tentang meninggalnya Krishna Hutama Reksosoemitro, yang wafat Rabu, 3 Desember 2020, pukul 22.30 WIB, di RS Persahabatan. Almarhum Krishna Hutama telah dimakamkan Kamis, 4 Desember 2020 di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dengan tata cara protokoler Covid-19.

Aktivis di ekskul PMR & TLUP SMAN 70 ini, semasa hidupnya juga aktif di komunitas 044 Volkswagen Van Club dan Muda Manggala Indonesia (MMI). Serta menjabat sebagai Presiden Southlanders Motor Cycle Indonesia, sebuah komunitas “motor gede” (moge).x

Menurut keterangan Vega Ryanto 70_82,rekan almarhum sesama pecinta mobil VW, ia pernah mendapat info bahwa setelah dirawat akibat terinfeksi Covid-19, Krishna sempat dipindah dari RS Wisma Atlet Kemayoran, ke RS Persahabatan Jakarta.

“Semula keluarga tidak mau info ini disebarluaskan. Tetapi berdasarkan diskusi saya dengan Aria (sepupu almarhum, red.), diputuskan agar kerabat-kerabat diberitahu, supaya bisa ikut mendo’akan buat Krishna saat masih dirawat,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Iskandar Bakri, rekan almarhum sesama Panitia Reuni Akbar 35 tahun 70_83 di tahun 2018, almarhum Krishna di akhir hayatnya adalah sosok yang baik, kalem dan taat ibadah.

Saat awal-awal latihan persiapan acara “drama musikal” Reuni Akbar 35 tahun 70_83 di kawasan Melawai, ungkap Iskandar Bakri yang akrab disapa Nday 70_83, menjelang maghrib semua kegiatan saat itu di hentikan, lantaran banyak yang hendak shalat magrib.

Pada umumnya di tengah kegiatan seperti itu, lanjut Nday, yang shalat ingin cepat selesai. Tetapi Krishna tidak demikian. Selesai shalat, ia lanjutkan dengan do’a khusyuk yang panjang.

“Gue nengok ke arah dia. Dalam hati, ini si Krishna serius banget do’anya,” kisah mantan wartawan Media Indonesia ini mengenang sosok rekannya yang kini berjenggot putih itu.

Dan itu ternyata memang kebiasaan Krishna, tambah Nday. Seusai shalat fardhu, ia tak lupa selalu bermunajat kepada Allah. “Di mana pun dia berada, selalu seperti itu. Maka tak salah jika ada yang menyebut, Krishna sudah ‘hijrah’ total ke jalan Allah,” tutur Nday, peraih penghargaan foto jurnalistik Adinegoro ini.

Jenggot putihnya itu, lanjut Nday, adalah bentuk “kesunahan”-nya terhadap ajaran Rasulullah. “Semoga teman kita yang satu ini diterima segala amal ibadahnya oleh Allah subhahana wata’alla. Aamiin,” do’a Nday.***

Penulis: Gusjaw Soelarto | Ghirah 70_87

Foto: Dok. Pribadi Terry 70_83 | Dok. Pribadi Hera Syawal | Dok. Pribadi Krishna 70_83