Royke Tumilar: Bankir Terbaik Alumnus SMA 70 Yang Membanggakan

[Jakarta, alumnisma70.com – 3 Desember 2020]:

BANKIR senior Royke Tumilaar, 56 tahun, alumni lulusan 1982, kembali memberi kebanggaan buat almamater SMA Negeri 70 Bulungan-Jakarta. Sesuai tagline sekolah kita: “Saya, Gaya, Jaya…!”

Baru saja diangkat menjadi Diektur Utama (Dirut) Bank BNI pada 3 September 2020 lalu, kini mantan Dirut Bank Mandiri itu, mendapatkan penghargaan “Bankers of The Year 2020” oleh Majalah Infobank, pada 1 Desember 2020. Penghargaan tersebut diberikan pada acara tahunan Infobank Top 100 Bankers 2020 yang keempat.

Bankir yang pernah berkiprah 32 tahun di Bank Mandiri ini, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perghargaan tersebut. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di BNI untuk terus memberikan terobosan-terobosan dan layanan terbaik pada nasabah,” ujar Royke saat memberi speech forum Infobank Top 100 Bankers 2020.

Alumnus angkatan “Brigade 70” kelahiran Manado, 21 Maret 1964 ini, mendapat penghargaan bergengsi tersebut bersama tujuh bankir nasional lainnya, berdasarkan penetapan Dewan Redaksi Infobank. Dengan poin penilaian pada kinerja berkelanjutan, kepemimpinan, inovasi, dan kontribusinya terhadap perkembangan industri perbankan.

Membuat Saham Mandiri Menguat

SAAT Royke Tumillar baru ditunjuk sebagai Dirut Bank Mandiri pada 9 Desember 2019, media CNBC Indonesia mencatat, harga saham PT. Bank Mandiri Tbk. langsung menguat. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saat itu, harga saham Bank Mandiri naik 1,05% ke level Rp 7.250/saham. Volume perdagangan tercatat mencapai 39,1 juta saham senilai Rp 283,22 miliar.

Investor asing tercatat masih melakukan akumulasi beli (net buy) senilai Rp 3,95 miliar. Namun jika dihitung selama tahun berjalan (year to date) asing masih membukukan net sell Rp 3,67 triliun.

Kerap Menyumbang SMA 70

MENURUT Ketua Komite Sekolah SMA 70 Syaf T. Kuncoro, rekan seangkatannya di SMA 70, Royke Tumillar, merupakan sosok alumni yang kerap menyumbang ke sekolah SMA 70.

“Selama masih menjabat di Bank Mandiri, setidaknya Royke sudah dua kali memberi bantuan, yang nilainya di atas 1 Milyar,” tutur Syaf beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bantuan yang diberikan Royke itu, dimanfaatkan untuk membangun fasilitas fisik SMA 70. “Salah satunya, pembuatan lapangan mini softball yang sekarang ada di sekolah,” ungkap Syaf, yang juga menjabat Lembaga Komite Sekolah Nasional (LKSN).

Dirut ke-17 Bank BNI

Dengan jabatannya saat ini sebagai Dirut Bank BNI, Royke merupakan direktur utama ke-17 di bank “plat merah” tersebut. Sedangkan saat menjabat Dirut Bank Mandiri, ia merupakan direktur utama yang ke-8. Walau hanya sempat bertugas selama setahun, sebelum ditunjuk lagi sebagai Dirut Bank BNI oleh Menteri BUMN Erick Tohir.

Selain sebagai alumnus SMSA 70, Royke juga alumni Universitas Trisakti lulusan 1987, dengan gelar Sarjana Ekonomi dari jurusan Jurusan Ekonomi Manajemen. Ia juga memperoleh gelar Master of Business Finance di University of Technology Sydney pada 1999.

Royke memulai karier sebagai analis kredit di Bank Dagang Negara. Jabatan terkahirnya di Bank Dagang Negara adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit.

Setelah krisis moneter pada 1998, Royke bergabung dengan Bank Mandiri yang merupakan merger bank-bank yang dilebur pasca krisis seperti Bank Dagang NegaraBank Bumi DayaBank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia.

Royke pernah memegang berbagai jabatan struktural di Bank Mandiri. Pada 2007 menjadi Group Head Regional Commercial Sales I hingga Mei 2010. Pada Agustus 2009, merangkap jabatan sebagai Komisiaris Mandiri Sekuritas.

Selanjutnya, Royke menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta dan memegang jabatan tersebut selama setahun hingga Mei 2011. Kemudian dipromosikan menjadi Direktur Pengelolaan Perbendaharaan, Institusi Finansial dan Pengelolaan Aset Khusus. Lalu, sebelum menjadi direktur utama ia menjabat sebagai Direktur Corporate Banking.

Royke ditetapkan menjadi Dirut Bank BNI pada 3 September 2020, menggantikan Herry Sidharta yang baru menjabat sejak akhir Februari 2020. Penetapan ini dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI pada 2 September 2020.

***

Penulis: Gusjaw Soelarto | Ghirah70_87

Sumber: Info Bank | CNBC | Wikipedia Idonensia

Foto: Courtesy Google