[Jakarta – alumnisma70.com]: Innalillahi wainna ilayhi raaji’uun… Kabar duka menyelimuti keluarga empat alumnus SMA 70 Bulungan. Ayahanda mereka, H. M. Yusuf bin M. Yunus telah “berpulang” pada usia 79 Tahun. Mereka yang berduka, istri E. Haruti (74 tahun), Dyah Haruki (Ukie) 70_93, Edityo Irvan 70_95 berserta istri Barina Indah 70_95, juga Indah Yurika 70_96 dan suami Alvanov Zpalanzani.

Kontributor alumnisma70.com Ary Adriansyah (Aray) 70_93 — rekan seangkatan Ukie– melaporkan, almarhum H.M. Yusuf meninggal dunia Jumat siang, 18 Desember 2020, Pkl. 13.33 WIB. Akibat serangan stroke yang menyebabkan otak bagian kiri almarhum mengalami pendarahan berat.
“Kali ini ayah terserang stroke pada bagian otak kiri. Cukup luas cairan darah yang menyebar, sampai menekan sisi otak sebelah kanan,” ungkap Ukie berdasar info dari salah satu adiknya.
Ia menambahkan, hal ini merupakan serangan stroke kedua yang dialami ayahanda. Setelah serangan stroke pertama pada kurun 1984-1985 –tiga tahun sebelum pensiun dari PT. Waskita Karya pada 1998.

Almarhum yang dilahirkan di Tanjung Pinang, 2 Agustus 1942, sempat dirawat di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, sejak Selasa, 15 Desember 2020. Jenazahnya sampai berita ini diturunkan, masih disemayamkan di kediaman Kompleks Taman Alfa Indah Blok H5 No 10. “Insyaa Allah ayahanda akan di makamkan Sabtu, 19 Desember 2020, Pkl. 10:00 WIB di TPU Joglo, Jakarta Barat,” jelas Ukie.
Menurut putri sulung almarhum ini, H.M. Yusuf merupakan sosok ayah sekaligus suami yang sangat disiplin, tegas dan pekerja keras. “Alhamdulillah ibadahnya bagus,” tutur Ukie, yang dengan adik iparnya, Barina Indah, sama-sama lulusan Akuntansi Univ. Trisakti, namun dari tahun lulus yang berbeda.
Menjelang wafatnya, suami E. Haruti yang membangun bahtera rumahtangga bersama almarhum sejak 1970, menurut Ukie, tidak sempat menyampaikan pesan terakirnya. “Qadarallah tidak ada pesan terakhir, karena sejak stroke ayah tidak sadarkan diri sampai akhir hayat,” jelasnya.

Belakang: Alvanov Zpalanzani (suami Indah Yurika).
Kalaupun ada semacam isyarat sebelum almarhum wafat, hanya disampaikan lewat mimpi yang dialami si bungsu, Indah Yurika 70_96. Namun, Ukie enggan merinci peristiwa mimpi adiknya itu.
Tentang “keunikan” keluarga besar H. M. Yusuf, yang semua anaknya diarahkan almarhum untuk menimba ilmu di SMA 70 Bulungan –bahkan juga mendapat “bonus” menantu alumnus 70–, Ukie mengungkapkan, karena ayahandanya ingin anak-anak bisa lulus ujian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari SMA 70. Dan terbukti, kedua anak almarhum, bisa melanjutkan ke PTN. Edityo melanjutkan ke Fakultas Teknik Elektro Univ. Brawijaya, Malang, Jawa Timur, dan Indah meneruskan ke Fakultas Keperawatan Univ. Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Indah Yurika 70_96 (kanan), si “bontot” yang berhasil melanjutkan kuliah ke Fakultas Keperawatan Univ. Indonesia, mengapit alm. ayahanda H.M. Yusuf (kedua kanan) dan ibundanya E. Haruti, (kiri) juga suaminya Alvanov Zpalanzani (belakang).
Ketika ditanya, apakah ayahanda tidak pernah khawatir lantaran menyekolahkan semua anaknya ke SMA 70, yang dikenal sering “tawuran”, Ukie tidak pernah mendengar kekhawatiran ayahandanya mengenai hal tersebut.“Entahlah,” jawabnya singkat.

Hingga menghembuskan nafas terakhir, almarhum dikaruniai lima orang cucu. “Empat cucu dari saya, dan satu dari Indah,” tutur Ukie menutup pembicaraan dengan alumnisma70.com.
***
Kontributor Ary Adriansyah 70_93
Editor Gusjaw Soelarto 70_87
Foto Dok. Keluarga
