Selamat Jalan Sohib Erwan W. Purnomo, Syiar 70_94

#BeritaDukaSyiar70 | #Rezim70_94

Sosok Pendiam yang Aktif Hadiri Kajian Islam 70

Innaalillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun

Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wafu’anhu…

Satu lagi rekan sesama Alumni 70 Bulungan meninggalkan kita. Telah berpulang ke Rahmatullah, rekan kita Erwan W. Purnomo, angkatan Rezim 70_94. Almarhum wafat Kamis malam (12/11/2020) di RS. Sariasih Ciputat, pukul 18.30 WIB.

Menurut keterangan yang diperoleh tim redaksi alumnisma70.com, almarhum Erwan yang bekerja di Kelurahan Bintaro, Jl. Veteran, Jakarta Selatan, memang sudah lama mengidap penyakit diabetes dan gagal ginjal.

“Saat masuk rumah sakit, hasil tes SWAB menunjukkan positif Covid. Namun SWAB tahap kedua sudah negatip. Sayangnya kondisi beliau sudah terlanjur drop,” ungkap Budi Prasetyo, rekan almarhum di Kajian Islam Syiar 70_94.

Menurut keterangan dokter di RS Sariasih Ciputat, jelas Budi, almarhum menghembuskan nafas terakhir akibat gagal ginjal. Tetapi kabarnya akan dimakamkan dengan tata cara protocol Covid-19.

“Pihak keluarga sedang bernegosiasi dengan pihak rumah sakit, supaya bisa dimakamkan di dekat pusara orang tuanya,” tuturnya. Hingga berita ini diturunkan pukul 01:30 WIB, belum dapat konfirmasi tentang hasil negosiasi tersebut.

Budi mengisahkan, almarhum Erwan, meski dalam kondisi mengidap diabetes, namun tergolong sosok alumni yang rajin dan aktif mengikuti berbagai kajian Islam. Bukan hanya di kajian yang digagas angkatannya di Alumni SMA 70 Bulungan, Syiar 70_94, tetapi ia juga rajin hadir disetiap kajian yang diadakan sejumlah aktivis dakwah alumni 70 lintas angkatan lainya, seperti Ghirah 70 Bulungan .

“Bahkan saat Kajian Ghirah 70 menggelar i’tikaf bulan Ramadhan tahun lalu (2019), beliau juga ikut hadir. Tetapi menjelang tengah malam, almarhum ijin pulang lebih cepat. Ia mèndadak nggak kuat menahan sakit kepala. Sempat minta obat Panadol ke panitia kok,” kenang Budi.

Almarhum yang berpostur tambun ini, menurutnya, adalah pribadi yang agak pendiam, baik hati dan tak suka berghibah. “Tapi suka juga bercanda. Kalo nyeletuk suka lucu. Dan yang saya tahu, makin kesini ia semakin syar’i dalam menjalankan keislamannya,” ungkap Budi.

Karena, lanjutnya, jika almarhum ingin membeli sesuatu, pasti yang ditanyakan lebih dahulu, berlabel halal dari MUI atau tidak. “Karenanya, walau almarhum berkarakter agak pendiam, tetapi banyak yang merasa kehilangan sosok beliau yang shaleh”.

Donasi

Alamat rumah duka di Perumahan Alam Asri, Jln. Surya Kencana Gang Kemuning IV, Blok B-13, Reni Jaya, Pamulang Barat, Tangerang Selatan.

Selain dimohonkan kepada pembaca untuk mendo’akan agar almarhum diampuni segala dosanya dan dilapangkan alam kuburnya, bagi rekan-rekan alumni yang ingin memberikan “infaq duka” kepada keluarga almarhum, dapat melalui rekening Bank Syariah Mandiri: 707070 7947 a/n SYIAR 70 (tambahkan “kode unik” angka “12” di belakang nominal infaq duka. Contoh: Rp.500.012,-).

***

Foto: Dok. Keluarga | Dok. Syiar Islam 70 | Dok. WAG Kajian Islam 70

Lintas Angkatan | Dok. Budi Prasetyo 70_94

Penulis/Editor: Gusjaw Soelarto – Ghirah70_87